BATAM (HAKA) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Batam, memberikan penjelasan terkait perkembangan aktivitas cuaca.
Kepala BMKG Batam, Ramlan memaparkan, bahwa letak posisi pusaran badai Siklon Tropis Mekkhala di Timur Laut Filipina berada pada jarak jauh.
​Aktivitas pergerakan badai siklon itu, sempat menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi memengaruhi perubahan pola cuaca serta arah angin lokal Kepulauan Riau.
​”Posisi Siklon Mekkhala saat ini cukup jauh dari Kepri,” kata Ramlan kepada hariankepri.com, Rabu (24/6/2026).
​Ramlan menegaskan, siklon tersebut tidak menimbulkan pengaruh langsung, maupun tidak langsung yang signifikan, terhadap kondisi cuaca di wilayah Kepri.
​Berdasarkan data pemantauan atmosfer terbaru, fenomena tarikan massa udara lebih banyak memengaruhi area perbatasan luar wilayah Kepri.
​”Secara umum tarikan angin maupun awan yang terjadi akibat Siklon lebih dominan di wilayah utara Pulau Kalimantan dan Sulawesi,” urainya.
​Mengenai potensi ancaman terhadap keselamatan rute penerbangan perintis antarpulau, Ramlan mengaku, kondisi pergerakan udara di wilayah Kepri masih kondusif.
​Tim pemantau melaporkan arah pergerakan Siklon Mekkhala terus maju ke utara. Badai tersebut semakin menjauh meninggalkan Indonesia.
​”Untuk dampak angin kencang yang ditimbulkan masih kategori aman untuk wilayah Kepri,” pungkasnya. (sih)






