TANJUNGPINANG (HAKA) – Monumen kegagalan pembangunan kini berdiri kokoh, di tengah pusat Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau.
Pelabuhan Dompak Tanjungpinang yang menelan anggaran jumbo Kementerian Perhubungan, menjadi pajangan mati dan terbengkalai selama sepuluh tahun akibat pusaran kasus korupsi.
Alih-alih melayani hiruk-pikuk aktivitas kemaritiman, kawasan strategis ini justru menyajikan pemandangan miris berupa kepungan rumput liar dan kerusakan fasilitas di berbagai sudut dermaga.
Status hukum yang menggantung memicu pengabaian total terhadap pemeliharaan aset negara tersebut. Baca tulisan lengkapnya DI SINI.
Penulis: Dimas Bona Pratama





