28.3 C
Tanjung Pinang
Kamis, Maret 5, 2026
spot_img

Setahun Ansar-Nyanyang, Tata Kelola BUMD Dinilai Bobrok

TANJUNGPINANG (HAKA) – Wahyu Wahyudin Sekretariat Komisi II DPRD Kepri, mengkritik performa BUMD pada 1 tahun kepemimpinan Gubernur Ansar Ahmad dan Nyanyang.

Wahyu menilai tata kelola BUMD Kepri bobrok, dan gagal mengakselerasi sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, kontribusi lembaga usaha ini masih berada di bawah target pemerintah daerah.

“BUMD harus menjadi mesin uang daerah,” ucapnya.

Ia menegaskan, lembaga ini bukan sekadar pelengkap organisasi yang terus menguras suntikan modal tanpa memberikan timbal balik ekonomi jelas.

“BUMD jangan hanya menghabiskan modal daerah tanpa hasil konkret,” tegas Wahyu, Senin (23/2/2026).

Politisi PKS ini mendesak pemerintah segera mengaudit kinerja manajemen. Restrukturisasi total menjadi harga mati untuk memperbaiki tata kelola seluruh badan usaha milik daerah tersebut.

Tanpa orientasi laba, target dividen 2026 mustahil tercapai. Pola kerja konvensional saat ini menghambat kemajuan ekonomi dan memperburuk efisiensi keuangan Pemerintah Provinsi Kepri.

“Pemerintah wajib memutus rantai inefisiensi. Jika manajemen tidak profesional, segera evaluasi total agar tidak terus membebani fiskal daerah,” pungkas Wahyu. (fik)

Baca Juga:  Krisis Fiskal, TPP ASN Pemprov Kepri Hanya 10 Bulan
Taufik A Habu, S.Psi.
Taufik A Habu, S.Psi.
Lahir di Gorontalo 31 Januari 1982, menamatkan pendidikan Sarjana Psikologi pada tahun 2008 di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, kini menjabat sebagai Pemimpin Redaksi hariankepri.com. Dua kali meraih nominator Dahlan Iskan Award dan RDK Award di tahun 2011, 2012 dan 2013.
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru