TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas Pariwisata Kepri menilai, kapasitas homestay di Pulau Penyengat belum mampu mengimbangi tingginya kunjungan wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, mencatat Pulau Penyengat baru memiliki sembilan homestay dengan 22 kamar.
“Kondisinya sering penuh sehingga masih perlu ditambah,” ujarnya kepada hariankepri.com.
Hasan mengatakan keterbatasan kamar membuka peluang investasi pembangunan homestay baru di Pulau Penyengat.
Ia menyebut sejumlah investor mulai menunjukkan minat, membangun akomodasi karena tren kunjungan wisata terus meningkat.
“Banyak investor yang berminat, karena melihat tren kunjungan yang terus ramai,” katanya.
Selain menambah akomodasi, Dispar Kepri juga mengusulkan pembentukan badan pengelola khusus Pulau Penyengat.
Menurut Hasan, badan tersebut dapat mengelola kebersihan, transportasi lokal, pemandu wisata, serta pemeliharaan kawasan secara terpadu.
“Ke depan sangat perlu membentuk badan pengelola khusus untuk Pulau Penyengat,” tegasnya.
Hasan menilai konsep pengelolaan terpadu seperti Borobudur, Prambanan, dan sejumlah desa wisata di Bali layak menjadi acuan pengembangan Penyengat. (sih)






