TANJUNGPINANG (HAKA) – Lesunya kondisi perekonomian sepanjang tahun 2026, berdampak terhadap penurunan daya beli masyarakat serta omzet para pedagang kecil di Kota Tanjungpinang.
​Seorang pedagang makanan di Jalan Pemuda Tanjungpinang, Inem, mengeluhkan sepinya pembeli yang membuat tingkat penjualannya merosot.
​”Jualan terasa kosong sekali. Kalau dulu laku 10 porsi, sekarang lakunya cuma 3 atau 4 porsi,” ujar Inem, Rabu (16/9/2026).
​Pedagang yang menjual lontong sayur, gado-gado, nasi lemak, dan nasi kuning ini mengaku omset harian bisnis kulinernya anjlok hingga lebih dari 50 persen.
​Guna menutupi kebutuhan sehari-hari, keluarga Inem kini bergantung pada penghasilan tambahan sang suami, yang bekerja mengurus kebun.
​Ia mengungkapkan petugas dari berbagai instansi pemerintah, termasuk Badan Pusat Statistik (BPS), kerap mendatangi warung kecilnya untuk melakukan pendataan dan survei.
​Namun, ia menyayangkan pendataan rutin tersebut belum membuahkan bantuan modal usaha, maupun yang lainnya.
​”Cuma datang untuk survei. Bantuan beras kemarin ada dapat, tetapi kalau bantuan modal tidak ada sama sekali,” bebernya.
​Ia berharap Pemko Tanjungpinang ikut turun tangan memberikan perhatian konkret bagi para pelaku usaha mikro dan kecil agar perekonomian warga kembali pulih. (sih)




