TANJUNGPINANG (HAKA) – Fenomena banjir rob melanda permukiman warga Gang Pulau Pandan, Kelurahan Sei Jang, Tanjungpinang, Selasa (6/1/2026).
Dari pantauan hariankepri.com, genangan air itu mencapai sekitar lutut orang dewasa, atau sekitar 30 sentimeter lebih.
Ada sekitar 10 rumah yang terdampak banjir rob tersebut. Air mulai naik sejak pukul 09.00 WIB dan surut pada pukul 14.30 WIB.
Selama air pasang itu, aktivitas masyarakat setempat sempat terhambat. Warga saling bahu-membahu untuk memindahkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Menurut Astuti, warga yang terdampak, banjir rob membuat dirinya tidak bisa memasak.
“Keluarga saya jadi kelaparan, terpaksa beli dari luar,” ujarnya, kepada hariankepri.com, Selasa (6/1/2026).
Beberapa upaya sudah ia dan keluarga lakukan, agar air asin tidak masuk ke dalam rumah.
Astuti telah menambal sejumlah celah jalur air masuk, termasuk menyemen dinding dan lantai yang retak.
Namun, upaya itu hanya bertahan selama beberapa jam saat air pasang naik.
“Tetap saja bisa masuk, karena airnya naik tinggi,” tuturnya.
Mengalami nasib serupa, Kamid, warga Gang Pulau Pandan lainnya, menyampaikan keluhannya.
Ia menyoroti kurangnya perhatian dari pemerintah, atas kondisi masyarakat yang terdampak banjir rob seperti dirinya.
“Bantuan pernah datang beberapa tahun lalu, tapi sejak banjir rob dari bulan November 2025 kemarin tidak ada bantuan lagi,” katanya.
Ia mengaku, tidak perlu menyebutkan lagi setiap barang yang rusak akibat air asin saking banyaknya.
Kamid hanya berharap ada upaya dari pemerintah, agar dampak banjir rob ini tidak terlalu masyarakat rasakan.
“Kalau bisa ada bantuan sembako juga, pasti cukup membantu,” tutupnya. (dim)





