TANJUNGPINANG (HAKA) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, menyiapkan strategi khusus untuk menggenjot capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Zulhidayat mengambil langkah ini, guna menyikapi tren capaian PAD dari data SIKD yang berada di angka 91,57 persen (2024) dan 86,51 persen (2025).
“Kami menyiapkan strategi baru untuk menutup peluang kebocoran pendapatan,” ujar Zulhidayat kepada hariankepri.com, belum lama ini.
Ia menyebutkan, dua sektor utama menjadi perhatian serius. Karena ia menilai, keduanya mengalami kebocoran paling banyak.
“Hasil pemetaan di lapangan sering menyoroti sektor parkir dan pajak makan minum,” terangnya.
Sekda meyakini, bahwa menekan kebocoran di sektor-sektor tersebut secara maksimal dapat mengatasi kekurangan PAD.
“Simulasi kami memungkinkan untuk menutup kekurangan PAD yang sempat berada di bawah 100 persen kemarin,” ungkapnya.
Penutupan celah kebocoran ini, juga bertujuan meningkatkan pendapatan daerah demi membiayai apresiasi kerja bagi para pegawai.
Selain membenahi sistem yang sudah ada, Pemko Tanjungpinang akan mulai menggali berbagai potensi PAD, yang selama ini masih mengendap.
“Kami menutup kebocoran untuk meningkatkan PAD dan menggarap potensi PAD yang belum optimal sesuai ketentuan,” tutupnya. (sih)





