KARIMUN (HAKA) – Sekda Karimun Djunaidy menanggapi serius, keluhan jurnalis terkait pemblokiran kontak WhatsApp oleh Kadiskominfo.
Ia menegaskan pejabat harus mampu melayani fungsi komunikasi publik. Jika gagal menjalankan pelayanan informasi, sebaiknya melepaskan jabatannya.
“Pemerintah daerah memerlukan komitmen kuat dalam mendukung keterbukaan informasi,” tegasnya.
Menurutnya, evaluasi posisi jabatan menjadi pilihan jika hambatan komunikasi menghambat penyampaian aspirasi rakyat.
Lebih lanjut ia menegaskan, bahwa kinerja pejabat publik sangat bergantung pada kemampuannya merespons publik.
“Kalau tidak bisa melayani, kita berhentikan saja. Kita tunjuk jurnalis jadi kepala dinas agar urusan komunikasi menjadi lebih lancar,” tegas Djunaidy.
Meski melontarkan teguran keras, Sekda mengajak awak media tetap berpikir positif. Ia menduga faktor kelelahan memicu kesan pejabat menghindari pertanyaan jurnalis.
Djunaidy memastikan Pemkab Karimun terbuka dan tidak anti terhadap kritik membangun.
Pemerintah daerah menghargai masukan objektif demi kemajuan pembangunan di wilayahnya.
“Mungkin dia lelah setelah perjalanan dinas. Kita kedepankan sisi positif agar semua urusan komunikasi dapat terselesaikan dengan cara yang mudah,” imbuhnya.
Lebih lanjut Sekda berkomitmen, mencegah miskomunikasi berlarut antara pemerintah dan wartawan.
“Harmonisasi hubungan kerja sama sangat penting untuk mendukung stabilitas informasi di daerah,” tegasnya.
Sekda berjanji menyampaikan seluruh keluhan wartawan secara langsung, sekaligus ingin memastikan kemitraan pemerintah dan pers di Karimun tetap berjalan harmonis dan profesional.
“Insya Allah segera saya sampaikan agar hubungan dengan jurnalis kembali membaik,” tutupnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, angkat bicara terkait Kepala Dinas Kominfo yang memblokir kontak WhatsApp wartawan.
Rocky menyayangkan jika hal tersebut benar-benar terjadi, mengingat pejabat publik seharusnya terbuka terhadap kritik.
Menurutnya, fungsi komunikasi antara pemerintah daerah dengan media tidak seharusnya terputus, hanya karena adanya pertanyaan atau masukan yang bersifat kritis.
“Mestinya tidak demikian (blokir WA). Nanti saya cari informasi lebih lanjut ya terkait hal tersebut,” ujar Rocky Bawole kepada hariankepri.com, Minggu (12/4/2026).(sih)





