KARIMUN (HAKA) – Teka-teki mengenai status dan operasional satu unit ambulans laut yang terparkir di Pulau Parit, Kabupaten Karimun, akhirnya terungkap jelas.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, melalui Biro Umum memastikan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun saat ini memegang status pinjam pakai atas armada medis tersebut.
Kepala Biro Umum Setda Provinsi Kepri, Endri Joko Satrio, mengonfirmasi bahwa bironya menaungi pengadaan ambulans laut tersebut.
“Sudah saya cek, pengadaan ambulans laut tersebut ada di Biro Umum. Kami sudah meminjampakaikan speed tersebut ke Pemkab Karimun,” ujar Endri kepada hariankepri.com, kemarin.
Endri menegaskan, karena statusnya pinjam pakai, maka Pemkab Karimun memegang tanggung jawab penuh atas operasional armada tersebut.
“Kalau untuk operasional, sebaiknya langsung tanyakan ke Pemkab saja,” tambahnya.
Senada dengan hal itu, Pj Sekda Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengecek lebih lanjut mengenai pemanfaatan aset tersebut.
“Saya akan mengecek perihal ini. Informasi awal, kami meminjam-pakaikan kapal ini ke Karimun. Nanti kami akan menjelaskan lebih lengkap lagi,” kata Luki.
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Karimun, Djunaidy, membantah tudingan bahwa Pemkab membiarkan atau menyembunyikan armada tersebut di Pulau Parit.
Djunaidy menjelaskan, pihaknya sebenarnya sudah merancang untuk menempatkan ambulan laut itu layanan medis di wilayah Kundur.
“Kami bukannya tidak mau mengoperasikan. Kami berencana menggunakan kapal itu untuk wilayah Kundur, tepatnya di RSUD Tanjung Batu,” jelas Djunaidy.
Hanya saja, ia mengakui kendala utama saat ini adalah ketersediaan biaya operasional yang belum masuk dalam postur anggaran berjalan.
Menurut Djunaidy, pengoperasian kapal medis tersebut memerlukan persiapan matang, mulai dari biaya pemeliharaan, bahan bakar, hingga honor petugas.
“Tentunya semua itu memerlukan biaya dan anggaran. Saat ini kami masih memikirkan skema anggarannya,” tuturnya.
Pemkab Karimun meminta masyarakat bersabar, karena dinas terkait tengah menyusun formulasi agar armada tersebut dapat segera beroperasi secara berkelanjutan.
“Kami sedang menyusun formulasinya agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya tanpa terkendala biaya di tengah jalan,” pungkasnya. (sih)





