BINTAN (HAKA) – Pemkab Bintan memperkuat strategi pertumbuhan ekonomi, dengan mengubah potensi daerah menjadi program dan aksi nyata.
Sekda Bintan Ronny Kartika mengatakan, Pemkab Bintan telah membentuk Tim Pertumbuhan Ekonomi sejak 2025.
“Tim tersebut terus memperkuat langkah strategis pada 2026,untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
Ronny menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Pengawalan dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah bersama Inspektur Jenderal Kemendagri RI.
Dalam rakor tersebut, Ronny memaparkan sejumlah potensi strategis yang dapat mendukung aktivitas ekonomi Bintan.
Potensi itu meliputi pariwisata, industri, perdagangan dan jasa, pertanian, perikanan, UMKM, hingga ekonomi kreatif.
Posisi Bintan di jalur Selat Malaka dan Selat Singapura juga membuka peluang pengembangan investasi dan aktivitas ekonomi.
Bintan berhadapan langsung dengan Singapura dan Malaysia sehingga memiliki peluang dalam pengembangan investasi dan aktivitas ekonomi daerah.
Salah satu perhatian Pemkab Bintan menyangkut keberlanjutan operasional KEK Galang Batang.
Kawasan tersebut menghadapi kebutuhan pasokan bahan baku bauksit untuk mendukung keberlanjutan operasionalnya.
Pemkab Bintan berharap dukungan dan solusi bersama terhadap ketersediaan stockpile bauksit yang masih terdapat di wilayah Bintan.
“Dari data menjadi aksi, dari aksi menuju arah pertumbuhan ekonomi. Ini yang terus kami dorong di Kabupaten Bintan,” ujar Ronny.
Pemkab Bintan juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam mengawal berbagai program strategis daerah.
Koordinasi tersebut mencakup upaya memperkuat investasi serta menjaga dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Bintan. (rul)




