BINTAN (HAKA) – KPU Bintan meluncurkan aplikasi Pojok Demokrasi, dan maskot pendidikan pemilih, untuk meningkatkan partisipasi pemilih muda.
Komisioner KPU Kepri, Jernih Millyati Siregar, mengatakan program tersebut menyasar generasi Z dan milenial yang masih bersekolah.
“KPU Bintan menginisiasi Pojok Demokrasi. Ini adalah perdana bagi KPU di wilayah Kepri,” tuturnya.
Jernih mengatakan, aplikasi tersebut menjadi wadah untuk meningkatkan kesadaran dan peran aktif pemilih pemula terhadap nilai-nilai demokrasi.
“Kami akan turun ke sekolah agar adik-adik siap memberikan kontribusi demi pembangunan daerah dan negara,” imbuhnya.
Program tersebut menjadi bagian kegiatan nasional nonpemilihan, sebelum tahapan penyelenggaraan Pemilu 2029.
KPU juga menjalankan pemutakhiran data partai politik dan data pemilih tingkat kabupaten dan kota.
Ketua KPU Bintan, Haris Daulay, mengatakan Pojok Demokrasi menjadi ruang pendidikan pemilu bagi siswa SMA dan Madrasah Aliyah.
“Pojok Demokrasi juga mengintegrasikan program KPU dengan kegiatan kokurikuler sekolah,” tuturnya.
Program tersebut bertujuan membentuk karakter pemilih pemula yang kritis, mandiri, dan menolak politik uang.
“Kami juga membangun kemitraan dan kesepahaman antara KPU dengan semua pihak,” katanya.
Haris mengajak pelajar membiasakan diri memperjuangkan kepentingan publik, daerah, dan arah bangsa Indonesia.
Ia juga mendorong generasi muda mengingatkan wakil rakyat dan pemerintah daerah terhadap kepentingan masyarakat.
“Pemilih pemula di Kabupaten Bintan mencapai 50 persen lebih dari 132.622 hasil PDPB triwulan 2026,” imbuhnya.
Perwakilan Dinas Pendidikan Kepri, Budi Hartoyo, mendukung pendidikan pemilu bagi generasi Z dan milenial.
“Kami siap membantu kegiatan KPU ke sekolah-sekolah,” ujarnya. (rul)






