CILACAP (HAKA) – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, melakukan kunjungan kerja ke TPST RDF Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Rabu (13/5/2026).
Kunjungan ini bertujuan, mempelajari sistem pengelolaan sampah modern berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) yang mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif industri.
Lis menilai, pola pengelolaan sampah konvensional yang mengandalkan penimbunan harus ditinggalkan. Pemerintah perlu beralih menggunakan inovasi teknologi.
“Pengelolaan sampah tidak bisa lagi konvensional. Butuh inovasi agar sampah memiliki nilai manfaat,” ujarnya.
TPST RDF Jeruklegi merupakan proyek senilai Rp84 miliar dukungan Kerajaan Denmark. Teknologi ini menggunakan proses bio-drying selama 21 hari.
Mesin mengolah sampah menjadi bahan bakar untuk PT Solusi Bangun Indonesia (SBI). Keberhasilan Cilacap menjalin kerja sama industri semen menjadi referensi penting.
“Mulai pengolahan, pembiayaan, hingga kerja sama industri, ini menjadi bahan pembelajaran baik,” tambahnya.
Lis berharap, pengelolaan sampah di Tanjungpinang tidak hanya berorientasi pembuangan akhir, tetapi mampu menciptakan ekonomi sirkular.
“Kita ingin menangani persoalan sampah secara terintegrasi. Tujuannya agar lingkungan terjaga dan sampah menjadi sumber energi baru,” pungkasnya. (sih)





