TANJUNGPINANG (HAKA) – Sepanjang tahun 2025 ini, pengelolaan Pelabuhan Tanjung Moco Dompak menunjukkan perkembangan yang positif.
Kepala BP Kawasan Tanjungpinang, Cokky Wijaya, mencatat ada 10 kegiatan bongkar muat yang memanfaatkan bibir pantai dari pelabuhan tersebut.
“Ada kegiatan bongkar muat alat berat dan material,” ujarnya, kepada hariankepri.com, Selasa (9/12/2025).
Ia menilai, kegiatan tersebut memberikan efek ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar. Kegiatan ini melalui satu badan hukum, yakni Perusahaan Bongkar Muat (PBM).
Cokky menambahkan, kegiatan itu juga mendapat dukungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri, dan stakeholder terkait lainnya.
“Kami juga bekerja sama dengan BUP Kepri,” katanya.
Terkait rencana renovasi atau pembangunan, BP Tanjungpinang awalnya telah menyiapkan kajian untuk perbaikan fasilitas.
Namun, Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Anggaran meminta pelabuhan itu kembali ke pusat, karena adanya kesalahan administrasi.
“Sekarang kami sedang proses pengembalian pelabuhan itu. Setelah selesai, kami akan memohon kembali untuk mengelolanya,” ucapnya.
Lebih lanjut ia menyatakan, proses peralihan status pelabuhan sejatinya sudah mulai sejak akhir 2024.
“Ketika saya awal menjabat memang sudah alih status, tapi karena ada kesalahan administrasi, harus dikembalikan sementara,” tambahnya.
Ia menyebut, Pemprov Kepri menargetkan pada 2026 sudah ada kapal yang dapat beroperasi di pelabuhan itu.
“Dishub telah mengarahkan adanya kapal perintis yang akan bersandar,” bebernya.
Dalam persiapan itu, BP Tanjungpinang telah memasang 8 titik penerangan lampu jalan, dan memperbaiki sejumlah fasilitas.
“Kami perbaiki ruang tunggu, dan membangun beberapa toilet umum untuk mendukung kegiatan,” tukasnya. (dim)





