TANJUNGPINANG (HAKA) – Anggota DPRD Kepri Rudy Chua, bergerak cepat mengatasi lonjakan harga jual air bersih yang membebani warga Kota Tanjungpinang saat ini.
Rudy juga telah mengadakan pertemuan khusus, dengan pengelola mobil tangki untuk membahas standardisasi harga air bersih, agar tetap terjangkau oleh masyarakat.
“Kami menyepakati solusi konkret guna menekan harga jual air di tengah tingginya permintaan warga,” tegas Rudy Chua, kemarin.
Politisi Partai Hanura tersebut menjelaskan, bahwa kesulitan akses BBM menjadi faktor utama, yang memicu kenaikan biaya operasional armada tangki air.
“Para pengelola mengeluhkan pembatasan stok BBM sehingga biaya distribusi air ke rumah pelanggan meningkat cukup tajam,” terangnya.
Rudy segera berkoordinasi dengan Pertamina dan pemerintah daerah, untuk menjamin ketersediaan bahan bakar bagi seluruh armada pengangkut air bersih.
“Kebijakan akses BBM khusus ini bertujuan agar pengusaha tangki tidak menaikkan harga jual air secara sepihak, kepada konsumen,” ungkapnya.
Langkah ini juga mencakup penyediaan lokasi sumber air baru, untuk memperpendek jarak distribusi serta memangkas ongkos angkut armada tangki.
“Pengusaha bisa menghubungi nomor 0817319885 untuk mendapatkan dukungan fasilitas ini demi menjaga stabilitas harga air di pasar,” tambahnya.
Rudy membantah isu harga air mencapai Rp 100 ribu, karena pengelola tangki mengaku masih menetapkan tarif normal di lapangan.
“Rata-rata pengelola mematok harga Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu per kubik sesuai jarak tempuh ke lokasi pelanggan,” jelasnya.
Rudy mengungkapkan bahwa penawaran tinggi dari konsumen sendiri terkadang memicu kenaikan harga air bersih secara tidak terkendali di masyarakat.
“Segera laporkan jika Anda menemukan penjual yang sengaja memainkan harga tinggi demi keuntungan pribadi saat krisis air,” tukasnya. (sih)





