TANJUNGPINANG (HAKA) – Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua, menolak keras wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD.
“Saya secara tegas menolak wacana tersebut, karena langkah itu merampas hak masyarakat untuk memilih pemimpinnya secara langsung,” ujarnya kepada hariankepri.com, kemarin.
Politisi Hanura ini, juga menyoroti alasan penghematan anggaran pemilu yang memicu munculnya wacana tersebut ke ruang publik.
“Pihak-pihak tertentu memang menyebut penyelenggaraan pemilu memakan biaya besar, tapi biaya yang mana dulu?” tanyanya.
Rudy juga mempertanyakan, apakah biaya tinggi tersebut muncul dari masa kampanye atau saat proses pencalonan kandidat.
“Apakah biaya kampanyenya yang besar, atau justru biaya untuk mendapatkan tiket pencalonan?” sindirnya.
Oleh karena itu, ia mendesak para pemangku kebijakan, agar memikirkan kembali wacana pemilihan kepala daerah melalui parlemen tersebut.
“Saya rasa kita perlu mengkaji ulang wacana tersebut secara matang,” tutupnya.
Pernyataan Rudy ini merespons hasil Rapimnas Partai Golkar pada 20 Desember lalu, yang mengusulkan agar DPRD memilih Kepala Daerah.
Melansir tempo.co wacana ini semakin menguat, setelah Presiden Prabowo Subianto turut melontarkan usulan serupa di berbagai kesempatan.
Pemerintah menilai sistem ini dapat menekan ongkos politik yang tinggi serta menjaga stabilitas negara. (sih)





