TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menegaskan arah pembangunan lima tahun ke depan. Arah ini tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
Dokumen ini menjadi panduan wajib seluruh perangkat daerah. Visi utamanya mewujudkan “Kepulauan Riau Maju, Makmur, dan Merata”.
Gubernur Ansar Ahmad memastikan RPJMD ini adalah janji realistis. Lebih lanjut, beliau menyebut program pembangunan ini sangat terukur. “Kita menargetkan pertumbuhan ekonomi yang kuat,” ujar Gubernur Ansar Ahmad.
Oleh karena itu, Pemerintah Kepri fokus pada dua isu penting. Isu itu adalah pengurangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.
RPJMD menetapkan target makro yang optimis. Target pertumbuhan ekonomi Kepri meningkat konsisten.
Pada tahun 2026, proyeksi pertumbuhan ekonomi mencapai 5,46% hingga 7,38%. Bahkan, angka ini diharapkan melonjak hingga 6,19% sampai 8,20% di tahun 2030. Sektor maritim, industri, dan pariwisata menjadi penopang utama peningkatan ini.
Selain itu, Pemerintah serius mengatasi masalah pengangguran. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) akan terus menurun. Proyeksi TPT turun tajam dari 6,29% (2026) menjadi hanya 5,57% pada 2030. Di sisi lain, angka kemiskinan menjadi fokus penurunan signifikan.
RPJMD menargetkan angka kemiskinan turun dari 4,17% (2026) menjadi 2,26% pada akhir periode 2030.
Untuk itu, pembangunan ekonomi maritim berbasis keunggulan wilayah menjadi tulang punggung utama. Pemerintah wajib memanfaatkan maksimal posisi Kepri sebagai gerbang perdagangan internasional.
Maka dari itu, peningkatan infrastruktur dan konektivitas juga menjadi prioritas. Langkah ini akan menekan disparitas antar pulau. Pemerintah memastikan transportasi laut menjadi lebih terjangkau. Akses internet hingga desa pesisir juga menjadi fondasi penting.
Oleh karenanya, pembangunan harus adil dan merata. Pemerintah berkomitmen memperkuat akses layanan dasar di wilayah terpencil. Sehingga, pemerintah wajib memperluas jangkauan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan air bersih.
Gubernur Ansar menegaskan keberhasilan RPJMD tidak bisa dicapai sepihak. Sinergi kuat harus terjalin. Sinergi itu melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat luas.
Pada gilirannya, RPJMD 2025-2029 ini ditargetkan menjadi momentum transformasi Kepri. Targetnya, Kepri menjadi provinsi maritim unggulan di kawasan barat Indonesia. (dim)





