TANJUNGPINANG (HAKA) – BMKG Tanjungpinang mengingatkan masyarakat, untuk tetap waspada terhadap potensi banjir rob.
Kepala BMKG Tanjungpinang, Ahmad Kosasih menyampaikan, banjir rob masih berlangsung hingga 9 Januari 2026.
“Itu merupakan hari terakhir dalam periode prakiraan kami,” katanya, kepada hariankepri.com, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, fenomena pasang air laut maksimum ini, merupakan rangkaian dari kondisi cuaca yang terjadi sejak awal tahun.
“Kami minta warga di pesisir Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, dan Bukit Bestari tidak lengah,” ujarnya.
Merujuk dari data Pushidrosal, kata dia, pasang air laut maksimum mencapai puncaknya pada siang hari.
“Puncaknya sekitar pukul 11.00 WIB sampai 13.00 WIB, perkiraan ketinggian pasang air laut hingga 2 meter,” sebutnya.
Meski begitu, Ahmad memastikan, bahwa fenomena alam ini tidak terlalu mengganggu aktivitas pelayaran.
“Tapi kami tetap mengingatkan masyarakat untuk tetap siaga,” tuturnya.
Kosasih juga mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini agar bisa melakukan langkah antisipasi lebih dini.
“Silakan pantau terus aplikasi InfoBMKG atau Instagram resmi kami. Tetap waspada dan hati-hati terhadap dampak pasang maksimum air laut ini,” lanjutnya.
Sementara itu, dari pantauan hariankepri.com pada Rabu (7/1/2026), banjir rob telah menggenangi sejumlah permukiman warga Kota Tanjungpinang.
Beberapa wilayah pesisir yang terdampak yaitu Kelurahan Sei Jang, Kelurahan Tanjung Unggat, dan Kelurahan Tanjungpinang Kota.
Aktivitas masyarakat yang paling terhambat akibat banjir rob ini terjadi di Jalan Pelantar 2. Transaksi pertokoan sempat berhenti akibat air rob naik ke daratan. (dim)





