TANJUNGPINANG (HAKA) – Ada pemandangan berbeda di gerbang merah Vihara Dharma Sasana, Kamis (8/1/2026). Dari yang biasanya berdiri dengan keheningan, kini terkepung air laut.
Alih-alih suasana mencekam, kawasan pesisir Tanjungpinang kota ini justru mendadak riuh. Banjir rob, sang tamu tahunan yang membawa luapan air asin, menjadi destinasi wisata dadakan yang memikat hati warga.
Lantai vihara yang dingin kini terendam jernihnya air pasang, mengundang anak-anak hingga orang dewasa menceburkan diri, menjadikan genangan banjir sebagai kolam renang raksasa yang luas.
Bagi mereka, ini bukan sekadar bencana; ini adalah, wahana gratis yang datang langsung dari lautan luas.
Rahayu, seorang warga yang datang bersama kerumunan, memandang genangan itu dengan tatapan penuh kenangan.
Baginya, kunjungan ke vihara saat banjir rob telah menjadi agenda tahunan yang tak boleh terlewatkan.
“Tahun 2021 dulu airnya pernah sampai selutut, lebih tinggi dari tahun 2026 ini,” ceritanya kepada hariankepri.com, Kamis (8/1/2026).
Di balik bencana yang berulang, ada semacam perayaan kecil yang justru menguatkan ikatan warga dengan lingkungannya.
Ogen, warga setempat yang menyaksikan keriuhan itu, menyebut fenomena ini sebagai anugerah unik di balik musibah.
Ruang-ruang publik yang terendam air berubah menjadi studio foto keluarga, tempat mengabadikan momen kebersamaan di atas panggung bencana yang tak terduga.
Namun, di balik kegembiraan itu, terselip nada waspada. Ogen tak henti mengingatkan agar para orang tua tak lengah menjaga keselamatan buah hati mereka di bibir laut.
“Selama orang tua tetap siaga menjaga, Insyaallah tidak akan terjadi hal yang membahayakan,” tutupnya. (dan)





