KARIMUN (HAKA) – Masyarakat Batu 8, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, memasang ribuan lampu colok untuk menyambut malam 7 likur.
Warga menjalankan tradisi tahunan di wilayah Tanjung Batu ini, guna memeriahkan suasana perkampungan menjelang hari raya.
Amir, salah seorang warga setempat, menyebut, bahwa masyarakat melakukan persiapan pemasangan lampu hias tradisional ini secara gotong royong.
“Kami mulai memasang sebelum malam 7 likur. Saat waktunya tiba, suasana kampung terlihat lebih meriah,” ujarnya kepada hariankepri.com, kemarin.
Untuk membangun satu menara lampu colok yang megah, warga membutuhkan sekitar 6.000 hingga 7.000 botol atau kaleng bekas.
“Untuk kebutuhan minyak tanah, warga kampung sini mengumpulkan iuran,” tambah Amir.
Keindahan lampu colok ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi para pemudik yang baru menginjakkan kaki di kampung halaman.
Rina, salah seorang pemudik, mengaku selalu menantikan momen menyalanya lampu colok sebagai penanda suasana Lebaran telah tiba.
“Saat malam 7 likur, lampu sudah menyala semua. Suasana kampung jadi sangat indah dan sangat menarik,” tuturnya kepada hariankepri.com.
Bagi warga perantauan, kehadiran lampu colok memberikan kesan emosional yang mendalam saat mereka kembali ke tanah kelahiran.
“Melihat lampu colok membuat suasana Lebaran lebih terasa. Apalagi bagi kami yang memang sudah jarang pulang ke kampung,” pungkas Rina. (sih)





