TANJUNGPINANG (HAKA) — Eks Anggota DPRD Kota Tanjungpinang Ria Ukur Tondang, buka suara mengenai penyebab belum beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Batu 9.
”Iya memang benar. Dapurnya sudah dibangun,” ujar Ria kepada hariankepri.com, kemarin.
Ia menepis isu, bahwa dapur penunjang program gratis Badan Gizi Nasional (BGN) miliknya sengaja berhenti atau terkena kebijakan moratorium pusat.
”Biaya pemeliharaan seperti tagihan listrik dan lain-lain saat ini ditanggung sendiri oleh mitra, belum masuk anggaran BGN,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, moratorium dari pusat hanya menyasar lokasi dapur baru yang belum memulai proses pembangunan fisik sama sekali.
Ria mengaku menggelontorkan nilai investasi miliaran rupiah mendirikan fasilitas dapur tersebut, sehingga menanggung sendiri biaya perawatan selama masa tunggu.
”Harapan kami tentu pemerintah tidak menghentikan program ini secara sepihak karena mitra sudah investasi besar,” pungkasnya.
Ia menjelaskan, keterlambatan operasional terjadi karena pemenuhan standar administrasi internal, serta proses pemesanan alat khusus.
“Seperti ompreng dan lainnya,” tukasnya. (sih)





