TANJUNGPINANG (HAKA) – Budaya ngopi di Pulau Bintan memasuki babak baru. Jika selama puluhan tahun masyarakat identik dengan kopitiam dan kafe, kini kopi gerobak atau street coffee tumbuh pesat.
Di berbagai sudut Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, secangkir kopi Rp10 ribu menjadi simbol perubahan cara masyarakat menikmati kopi.
Herri Wijaya menjadi salah satu pelopor perubahan itu. Mantan pegawai honorer rumah sakit tersebut meninggalkan pekerjaan tetap, menjual mobil pribadi, lalu membangun KopiWay ID.
Namun, pertumbuhan bisnis ini tidak lepas dari tantangan. Bagaimana kopi gerobak mengubah budaya ngopi di Kepulauan Riau sekaligus membuka ratusan lapangan kerja? Simak laporan lengkapnya DI SINI.
Penulis : Arsih Zul Adha






