TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri memberikan atensi, terhadap pelajar yang positif LGBT di Kabupaten Bintan.
Kepala Dinkes Provinsi Kepri, Bisri mengatakan, kondisi itu rawan dan bisa menyebabkan pelakunya terkena penyakit HIV.
“Nanti kalau ada yang tertular oleh penyakit HIV, kami akan langsung beri konseling,” ujarnya, kepada hariankepri.com, Jumat (14/11/2025).
Ia menyebut, dokter akan berupaya memberikan bimbingan intensif, agar pasien bisa menjaga dan merawat dirinya.
“Sekarang ini sudah ada obatnya, minimal untuk mengontrol penyakitnya,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan, semua anak muda harus bisa menjaga perilaku, hidup produktif, dan menjauhi pergaulan seks bebas.
Sosialisasi mengenai bahaya penyakit HIV ini sering kali mereka lakukan ke sekolah-sekolah melalui guru.
Meski begitu, Bisri mengaku tidak dapat merincikan jumlah jumlah pasien penderita HIV di Kepri.
“Tapi yang pasti penyakit HIV ini akan menular, pasiennya paling banyak di Kota Batam,” jelasnya.
Direktur RSJKO Engku Haji Daud, Asep Guntur menyebut, ada sekitar 20 orang pelajar yang positif kecenderungan perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).
“Ada sekitar 20 orang pelajar di Kabupaten Bintan, semua sudah menjalani perawatan,” sebutnya.
Menurutnya, pengobatan untuk terlepas dari aktivitas LGBT tidak cukup hanya sekali saja.
“Butuh proses dan pendampingan, karena sudah masuk ke dalam daya pikir,” terangnya.
Ia menyatakan, faktor penyebab munculnya perilaku LGBT sangat beragam.
“Meliputi pengaruh lingkungan, media sosial (medsos), hingga faktor psikologis dan keluarga,” tambahnya. (dim)





