BATAM (HAKA) – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, resmi memulai pembangunan Pipa Gas West Natuna Transportation System (WNTS).
Proyek strategis nasional ini mengambil lokasi di Pulau Pemping, Kecamatan Belakangpadang, Batam
“Mimpi yang kami rintis selama 10 tahun ini akhirnya terwujud demi kemandirian bangsa,” ujar Amsakar bangga.
Ia menyebut bahwa kebutuhan listrik di Batam saat ini tumbuh pesat hingga mencapai 15 persen setiap tahunnya.
“Target pertumbuhan ekonomi dua digit mustahil tercapai tanpa dukungan pasokan energi yang andal,” tegasnya.
Amsakar memaparkan, bahwa realisasi investasi Batam pada tahun 2025 telah menembus angka fantastis Rp69,3 triliun.
“Batam adalah wajah terdepan Indonesia, tidak masuk akal jika masyarakatnya belum merdeka secara energi,” sebutnya.
Menurutnya, pembangunan pipa gas ini bertujuan mengatasi defisit energi yang saat ini mencapai 25 BBTUD.
“Melalui proyek ini, petugas akan mendistribusikan pasokan gas ke Tanjung Uncang untuk industri dan masyarakat,” jelasnya.
Ia meminta pelaksana proyek memperhatikan dampak lingkungan serta memberdayakan nelayan lokal melalui program CSR.
“Prinsipnya sederhana, energi harus andal, namun operasional proyek tidak boleh merugikan masyarakat setempat,” pesannya.
Pihak pengelola menargetkan proyek pipa gas yang menghubungkan Pemping ini rampung sepenuhnya pada Juli 2026 mendatang.
“Kami harap Batam terus memberikan kontribusi maksimal bagi kemajuan Indonesia,” pungkasnya. (sih)





