MATAHARI meredup di ufuk barat pada Rabu, (11/3/2026), namun semangat para mahasiswa BEM FISIP Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), justru memancar.
Sore itu, mereka meninggalkan tumpukan jurnal dan dinginnya ruang kuliah, lalu meniti jalan menuju Panti Asuhan Al Ghazi, Jalan Karya, Tanjungpinang, untuk menjalankan misi Harmoni Ramadan.
Kegiatan ini melampaui sekadar program kerja perdana karena mereka membangun jembatan rasa. Andika, Gubernur Mahasiswa BEM FISIP UMRAH, menemukan ruang refleksi di tengah hiruk-pikuk kampus.
“Kegiatan ini mengingatkan kami mensyukuri setiap berkah. Kami ingin kehadiran ini tidak hanya memberi keceriaan sesaat, tetapi juga menyalurkan energi agar adik-adik terus berani bermimpi,” tutur Andika.
Suasana panti berubah riuh saat tawa pecah dalam sesi kuis. Anak-anak berbinar, saat berhasil menjawab tantangan dan meraih hadiah berupa tumbler serta alat tulis.
Mahasiswa mengolah donasi sebesar Rp1.074.000 dari para dermawan menjadi nasi kotak, aneka kue, dan bingkisan jajanan yang menggugah selera bagi seluruh penghuni panti.
Dinda Rolisti, Wakil Gubernur Mahasiswa, merasakan syukur mendalam. Baginya, setiap rupiah yang terkumpul, merupakan titipan kasih sayang masyarakat untuk anak-anak panti yang membutuhkan dukungan.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh donatur. Kami berharap langkah awal ini membuka jalan bagi kegiatan sosial lain yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Dinda.
Lebih dari sekadar berbuka puasa, Ketua Pelaksana, M. Yusuf Muhadzib, menekankan bahwa inti Harmoni Ramadan, terletak pada kehadiran fisik, dan emosional mahasiswa, di tengah-tengah mereka.
“Kami datang membawa doa dan semangat. Kami ingin berbagi kasih sayang yang mungkin jarang mereka rasakan setiap harinya,” tutur Yusuf dengan penuh keyakinan.
Saat azan Magrib berkumandang, suasana syahdu menyelimuti ruang panti. Mereka duduk melingkar, dan menyantap takjil dalam kebersamaan yang setar, tanpa ada sekat antara mahasiswa dan anak panti.
Kegiatan pun berlanjut dengan pelaksanaan salat Tarawih berjamaah yang menambah kehangatan suasana malam itu.
Di bawah naungan malam Ramadan, mereka melangitkan doa agar jejak kebersamaan di Panti Al Ghazi menjadi amal jariyah sekaligus mempererat solidaritas sosial di lingkungan kampus UMRAH.
Malam itu, para mahasiswa pulang dengan hati yang penuh. Mereka belajar bahwa Ramadhan berarti memberi ruang bagi orang lain di dalam hati kita sendiri. (sih)





