TANJUNGPINANG (HAKA) – Di tengah menjamurnya kafe modern, Kedai Kopi Okinawa di Pasar Baru, Tanjungpinang, tetap mempertahankan cara lama.
Kedai tanpa papan nama itu terus dipadati pelanggan sejak berdiri pada era 1940-an. Generasi ketiga kini meneruskan usaha keluarga yang lahir dari tradisi kopitiam klasik.
Valentino memilih meninggalkan karier sebagai National Sales Manager di Jakarta untuk menyelamatkan warisan sang ayah. Ia mempertahankan proses sangrai tradisional.
Menyajikan kopi dalam kaleng susu bekas yang ikonik, serta menjaga harga tetap terjangkau bagi buruh pasar, nelayan, dan pelanggan setia.
Bagi pelanggan, Okinawa tidak hanya menyuguhkan secangkir kopi robusta. Kedai ini menghadirkan ruang yang menyimpan sejarah, nostalgia, dan identitas kota.
Bagaimana kedai tanpa plang itu mampu bertahan melintasi perang, krisis, hingga gempuran coffee shop modern? Simak laporan lengkapnya DI SINI.
Penulis : Arsih Zul Adha






