TANJUNGPINANG (HAKA) – Hanya berjarak 1,7 kilometer dari pusat perkantoran Pemprov Kepri, aset negara bernilai ratusan miliar rupiah ini menyajikan pemandangan mencekam bak kota mati.
Alih-alih melayani kapal motor dan penumpang, pelabuhan megah ini beralih fungsi menjadi lapak pemancingan warga lokal.
Beberapa pemancing nekat membawa sepeda motor mereka langsung ke ujung dermaga.
Alasan korupsi menyelimuti kemandekan proyek pusat ini.
Kementerian Perhubungan mencatat proyek ini masuk dalam daftar 33 pelabuhan mangkrak di seluruh Indonesia dengan total investasi mencapai Rp2,8 triliun.
Seperti apa kondisinya saat ini, baca tulisan lengkapnya DI SINI.
Penulis: Dimas





