TANJUNGPINANG (HAKA) — Karakteristik tanah bauksit, memicu kelangkaan air bersih di Kota Tanjungpinang. Krisis ini memaksa warga bergantung penuh pada pasokan air hujan.
Pemerintah pusat menggelontorkan dana APBN hingga Rp50 miliar untuk merancang mesin desalinasi canggih. Alat canggih ini menyuling air laut menjadi air minum.
Sayangnya, fasilitas penyulingan raksasa di kawasan Batu Hitam mendadak lumpuh total. Korosi air laut merusak komponen vital mesin sejak akhir 2024.
Kini pengelola teknis pusing menghadapi pembengkakan biaya perbaikan alat modern tersebut. Pemerintah daerah harus segera merombak tata kelola anggaran keuangan. Baca tulisan lengkapnya DI SINI.
Penulis : Dimas





