TANJUNGPINANG (HAKA) – Koordinator SPPG Tanjungpinang, Retno menegaskan, pihaknya tidak menghentikan distribusi MBG ke SMPN 17, melainkan mengalihkan layanan demi pemerataan.
“Layanan MBG SMPN 17 tetap berjalan. Kami hanya memindahkan pelayanan ke SPPG lain untuk memeratakan distribusi,” ujar Retno, beberapa waktu lalu.
Langkah ini bertujuan agar setiap SPPG di wilayah Tanjungpinang memikul beban distribusi makanan yang seimbang dan merata.
Retno telah menjadwalkan SPPG baru kembali mengirimkan pasokan makanan bergizi ke SMPN 17 sejak Senin (9/2/2026).
Ia membantah isu penghentian operasional di lokasi lama. Aktivitas berhenti karena petugas telah menyelesaikan jadwal pengantaran harian.
“Kegiatan di sana berhenti karena pengiriman sudah selesai, bukan karena masalah atau penghentian program,” tegasnya kepada media.
Sebelumnya, pihak SMPN 17 Tanjungpinang mengaku tidak menerima pasokan Makanan Bergizi Gratis (MBG) sejak Kamis (5/2/2026).
Riko, seorang staf guru, membenarkan, bahwa sekolah belum menerima distribusi makanan sejak kemarin hingga hari ini.
“Kami belum tahu alasan pasti mengapa program MBG di sekolah ini sempat terhenti,” ungkap Riko singkat.
Sementara itu, pekerja SPPG Jalan Raja Haji Fisabilillah, Mustofa Wali, mengakui pihaknya memang menyetop pengiriman ke sekolah tersebut.
Mustofa menyarankan media mengirim surat resmi jika ingin mengetahui alasan detail terkait penghentian pasokan dari unitnya.
“Kami mengikuti perintah atasan sebelum memberikan keterangan lebih lanjut kepada publik,” tutup Mustofa. (dan)





