TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kepri, melanjutkan program Kepri Terang tahun ini dengan target 1.860 sambungan listrik baru.
Program tersebut menyasar rumah tangga kurang mampu melalui pendanaan APBD Kepri, APBN, dan dukungan perusahaan (CSR, red).
“Melalui kami anggarkan 460 sambungan listrik baru dengan nilai sekitar Rp3 juta per sambungan,” kata Kepala Dinas ESDM Kepri, Darwin, kepada hariankepri.com, Sabtu (4/7/2026)..
Kemudian, APBN menambah 1.400 sambungan baru, beserta dukungan CSR perusahaan.
PT PLN saat ini melakukan survei lapangan sebelum memulai pemasangan kWh meter secara bertahap pada bulan depan.
ESDM memprioritaskan pemasangan sambungan baru di wilayah dengan rasio elektrifikasi rendah, terutama Kabupaten Lingga dan Kabupaten Karimun.
Pemerintah kabupaten mengusulkan calon penerima bantuan, kemudian ESDM bersama PLN memverifikasi kelayakannya.
Darwin mengatakan, hingga kini masih ada 10 pulau di Batam yang andalkan genset bantuan pemerintah, dengan waktu operasional sekitar lima jam setiap hari.
Warga di pulau tersebut masih bergotong royong membayar biaya operasional genset, sedangkan Dinas ESDM membantu biaya perawatannya.
“Jika bantuan APBN rutin, saya yakin rasio elektrifikasi Kepri mencapai 100 persen,” tegasnya.
Darwin menyebut, jumlah rumah tangga yang belum menikmati listrik di Kepri kini tersisa sekitar 3.500 kepala keluarga.
“Target seluruhnya terlayani sebelum 2029,” pungkasnya. (sih)





