JAKARTA (HAKA) – Presiden RI Prabowo Subianto, menerima kunjungan pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk membahas percepatan transformasi ekonomi, Selasa (7/7/2026).
Hadir dalam ​Pertemuan di Jakarta ini, yaitu, Kepala BP Amsakar Achmad, Wakil Kepala Li Claudia Chandra, serta jajaran deputi investasi dan infrastruktur.
​Deputi Investasi, Fary Djemy Francis menjelaskan, pada Triwulan I 2026, investasi Batam tumbuh menjadi Rp17,48 Triliun.
“Angka ini meningkat sebesar 102,85 persen dibanding periode tahun lalu,” katanya.
​Fary membeberkan, realisasi investasi Rp69,3 triliun sepanjang 2025 itu, terkonsentrasi pada sektor industri bernilai tambah tinggi.
​Merespons capaian tersebut, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan BP Batam, memodernisasi pelabuhan serta mematangkan rencana pembangunan Pelabuhan Internasional Batam.
​”Langkah ini harus mampu menurunkan biaya logistik nasional, meningkatkan daya saing ekspor, dan memperkuat posisi Batam,” tegas Presiden.
​Amsakar melaporkan, birokrasi investasi jauh lebih cepat dan memberi kepastian hukum kokoh, setelah adanya Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025.
​Guna menyokong kemudahan tersebut, BP Batam juga tengah gencar melakukan digitalisasi sistem pertanahan, melalui aplikasi Land Management System (LMS).
​”BP Batam menilai perkuatan tata kelola ini akan memperkuat kepercayaan investor,” ujar Li Claudia Chandra menambahkan.
​Presiden Prabowo berkomitmen segera mengoordinasikan lintas kementerian, demi mempercepat harmonisasi regulasi.
“Demi menyukseskan megaproyek pelabuhan internasional di Batam,” tutup Presiden Prabowo. (sih)





