TANJUNGPINANG (HAKA) – BMKG Tanjungpinang, memperkirakan akan terjadi hujan dan petir serta angin kencang, di wilayah Pulau Bintan, selama sepekan ke depan.
Kepala Stasiun Meteorologi RHF Tanjungpinang, Ahmad Kosasih mengatakan, penyebab terjadinya cuaca tersebut adalah, aktivitas negatif indeks dipole mode wilayah Samudera Hindia.
“Hal itu, dapat mempengaruhi peningkatan pertumbuhan awan konvektif di wilayah Indonesia bagian barat,” ucapnya, Selasa (25/11/2025).
Bukan hanya itu, menurut Kosasih, ada tingkat labilitas atmosfer juga menunjukkan nilai indeks yang berada dalam kategori sedang (moderate).
Akibatnya, berpengaruh terhadap pertumbuhan awan-awan konvektif serta aktivitas petir di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.
Selain itu, kata Kosasih, untuk perairan Pulau Bintan, kondisi ketinggian gelombang berkisar antara 0.5 meter sampai 1.25 meter, dengan kecepatan arus 10 cam sampai 80 cm per detik ke arah Selatan – Barat Daya.
Kosasih mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb), menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.
“Seperti hujan lebat, hujan dengan petir dan angin kencang,” tuturnya.
Kosasih menambahkan, pihaknya juga meminta meminta masyarakat maupun pihak terkait agar tetap meng-update informasi perkembangan cuaca dan iklim, melalui aplikasi InfoBMKG.
“Bisa juga media sosial (medsos) resmi BMKG Tanjungpinang, atau dapat mengakses website https://www.cuaca.bmkg.go.id,” tutupnya. (rul)
Pulau Bintan (Tanjungpinang & Bintan)
Prakiraan Cuaca BMKG
Berlaku: Sepekan ke Depan
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi awan Cumulonimbus (Cb) yang dapat menyebabkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang secara tiba-tiba.
Kondisi Umum
Hujan & Petir
Disertai Angin Kencang
Penyebab Utama
Indeks Dipole Mode Negatif
Status Atmosfer
Labilitas Sedang (Moderate)
Kondisi Perairan Bintan
0.5 – 1.25 Meter
Kategori: Rendah – Sedang
Arus Laut
10 – 80 cm/detik
Arah: Selatan – Barat Daya
Imbauan Keselamatan
-
Waspada potensi Bencana Hidrometeorologi (banjir/genangan) akibat hujan lebat.
-
Hindari berteduh di bawah pohon tua atau papan reklame saat angin kencang.
-
Nelayan dan transportasi laut harap memperhatikan tinggi gelombang.
Pantau informasi resmi:





