TANJUNGPINANG (HAKA) – Pada tanggal 6 September hingga 8 September 2025, curah hujan akan melanda wilayah Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tanjungpinang, Rizqi Nur Fitriani menjelaskan, bahwa kondisi cuaca di wilayah Pulau Bintan pada periode tersebut, diperkirakan dalam kondisi labil sedang yang memberikan dampak terhadap pertumbuhan awan Cumulonimbus.
“Jenis awan ini dapat menghasilkan hujan secara tiba-tiba dengan disertai petir atau kilat dan angin kencang,” ujarnya, kepada hariankepri.com, Jumat (5/9/2025).
Lebih lanjut ia memaparkan, untuk setiap kecamatan yang ada di Kota Tanjungpinang pada tanggal 6 September 2025 hingga 7 September 2025, rata-rata akan diterpa oleh hujan pada pagi hari.
Hal yang sama juga dapat terjadi di Kabupaten Bintan. Setiap kecamatan akan diterpa oleh hujan pada pagi hari. Kemudian pada tanggal 8 September 2025, semua daerah di Pulau Bintan berpotensi turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat di Pulau Bintan, untuk selalu mewaspadai terhadap munculnya awan cumulonimbus, yang dapat menyebabkan terjadinya hujan secara mendadak.
“Karena hujannya disertai angin kencang dan petir, kami minta masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas, pantau juga kondisi cuaca melalui website https://cuaca.bmkg.go.id/ sebelum berpergian jauh,” tutupnya. (dim)





