BINTAN (HAKA) – Potensi terjadinya bencana alam, non alam serta peristiwa sosial di wilayah Kecamatan Bintan Bintan Timur (Bintim) cukup tinggi. Hal ini dikatakan Sekdakab Bintan, Ronny Kartika.
Ronny menerangkan, bencana banjir ketika hujan deras sering terjadi di Kelurahan Kijang, Sungai Enam, Sungai Lekop, dan Kelurahan Gunung Lengkuas, yang ada di wilayah Bintim.
Menurutnya, lokasi yang menjadi langganan banjir selama ini di pemukiman warga, Kampung Pisang serta Kampung Kuala Lumpur, di Kijang Kota. Lalu, Kampung Sarimulyo dan sekitarnya di Kelurahan Sei Lekop. Dan sejumlah ruas jalan raya digenangi air di empat kelurahan itu.
Selanjurnya, kata Ronny, begitupun juga bencana kebakaran lahan maupun rumah warga di wilayah ini juga tinggi. Peritiwa ini, disebabkan beberapa faktor non teknis.
Bukan hanya soal itu, menurut Ronny, ada fenomena sosial yang sering terjadi di kawasan Kijang Kota. Di antaranya, remaja sering kumpul hingga tengah malam, di Waduk Kolong Enam Kijang, Taman Kota, Kawasan GOR Demang Lebar Daun, serta Gedung Community Centre (GCC) Perpustakaan Umum dan Kearsipan Bintan.
Permasalahan itu, sambung Ronny, harus menjadi perhatian semua stakeholder mulai tingkat RT dan RW, Satpol PP, kepolisian serta elemen masyarakat lainnya, untuk melakukan pencegahan berupa razia di tiga lokasi itu, dan tempat lainnya.
“Peristiwa itu harus kita atasi secara bersama-sama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama di kemudian hari,” ajaknya.
Dirinya meminta kepada jajaran perangkat Kecamatan Bintan hingga tingkat kelurahan agar memperkuat kelembagaan untuk memitigasi permasalahan kebencanaan di wilayah masing-masing.
Di antaranya, meningkatkan kewaspadaan serta kesadaran masyarakat yakni, mengimbau serta melakukan aksi gotong royong secara bersama-sama agar jangan membuang sampah sembarangan.
“Sering membersihkan lingkungan, membersihkan sampah-sampah di dalam parit dan di laut,” tuturnya.
Selain itu, melakukan pelatihan tentang cara pemasangan selang tabung gas kepada warga, sebagai upaya edukasi dan langkah preventif yang harus dilakukan oleh pihak kelurahan.
“Berkaitan dengan mitigasi dan non mitigasi, maka pihak kelurahan harus membentuk kampung tangguh bencana di wilayah masing-masing,” imbuhnya. (rul)





