TANJUNGPINANG (HAKA) – Kepolisian menyebut, aksi keributan pada lomba gerak jalan 17 kilometer terjadi karena saling mendahului dan mengejek. Demikian dikatakan Kapolsek Bukit Bestari, AKP Suardi.
“Keributan yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB itu awalnya karena kondisi jalan yang cukup padat,” ungkapnya.
Kemudian, terdapat banyak pengendara yang tidak bisa melintas, sehingga membuat para peserta gerak jalan yang terlibat terpaksa saling mendahului tim lainnya.
“Ada pengguna jalan yang merasa terganggu karena padat saat itu, kemudian terjadilah adu mulut antara tim satu dengan tim satunya lagi karena saling mendahului,” ujarnya, kepada hariankepri.com, Sabtu (23/8/2025).
Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa hal seperti ini memang sangat wajar terjadi, terutama bagi para peserta yang sudah merasa kelelahan.
“Jadi gampang emosi pasti, jadi timbul kesalah pahaman di antara mereka. Itu sudah kita selesaikan di lapangan juga tadi, kita juga kawal mereka sampai ke finis,” sebutnya.
Kapolsek mengatakan, kejadian tersebut tidak ada menimbulkan korban jiwa ataupun diwarnai dengan saling pukul antara peserta dengan peserta lainnya.
“Kedua tim yang terlibat juga sudah damai, masalah ini sudah selesai di lokasi,’ jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, warga sekitar lokasi, Hardi mengungkapkan, tim gerak jalan yang terlibat dalam aksi keributan ini, yaitu tim Romusha dan tim Potong Lembu.
Keduanya, kata dia, awalnya saling senggol hingga terjadi adu mulut di depan Kantor PDAM Kota Tanjungpinang. “Saling adu mulut saja, jalanan juga saat itu sedang macet,” tutunya. (dim)





