BATAM (HAKA) – Kebakaran terjadi di samping Masjid Raya Sultan Mahmud Riayat Syah Kota Batam, Kota Batam, Sabtu (10/1/2025) sore.
Seorang saksi mata, Raja menyebut, insiden tersebut bermula sekitar pukul 18.10 WIB akibat adanya aktivitas pembakaran ban.
“Berawal dari pembakaran ban. Karena angin terlalu kencang, api merembet kemana-mana,” ujarnya kepada hariankepri.com, Sabtu (10/1/2025).
Ia menjelaskan percikan api beterbangan tertiup angin kencang, sehingga memicu kebakaran yang lebih luas di area tersebut.
“Percikan apinya terbang kemana-mana sehingga menimbulkan kebakaran di sekitar area,” sambungnya.
Raja memastikan bangunan utama masjid kebanggaan masyarakat Batam itu aman dan tidak ikut terbakar dalam peristiwa ini.
“Tidak (masjid tidak terbakar),” tegasnya.
Pria itu mengaku terpaksa langsung meninggalkan lokasi kejadian karena api terlihat semakin membesar dan hawa panas meningkat.
“Api membesar dan panasnya pun makin meningkat, jadi saya tinggal pulang,” tuturnya.
Ia pun mengimbau warga agar tidak sembarangan membakar sampah atau barang bekas saat kondisi cuaca berangin kencang.
“Jangan melakukan pembakaran saat angin tidak baik. Itu membahayakan masyarakat lain,” pungkasnya. (ars)




