Beranda Daerah Tanjungpinang

Peserta BPJS Kesehatan Tanjungpinang Capai 346.011 Jiwa

0
Jumpa pers BPJS Kesehatan dengan insan pers

TANJUNGPINANG (HAKA) – Bergulirnya program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berdampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Secara bertahap, program JKN-KIS terus berkembang pesat.

Sampai dengan saat ini, secara nasional jumlah masyarakat yang telah mengikuti progaram JKN-KIS mencapai 180 juta jiwa atau lebih dari 70 persen dari jumlah proyeksi penduduk Indonesia di tahun 2017.

Sedangkan Program JKN-KIS atau jumlah peserta BPJS Kesehatan untuk Cabang Tanjungpinang sendiri, sampai 30 Juni 2017 mencapai 346.011 jiwa. Hal ini disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang, Lenny Marlina, Selasa (22/8/2017) saat konferensi pers di Kantor BPJS Kesehatan.

Menurutnya, jumlah peserta yang dicatat ini meliputi dari peserta Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna dan Kepulauan Anambas.

“Jika dimasukan data Batam dan Karimun, maka total peserta JKN-KIS se Provinsi Kepri yaitu 1.301.024 jiwa,” katanya.

Dari total kepesertaan JKN-KIS BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang, lanjut Lenny, didalamnya juga termasuk peserta yang didaftarkan dan diintegrasikan dengan program JKN-KIS oleh Pemerintah Daerah atau Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dengan total peserta yaitu 45.675 jiwa.

Selain itu, kata Lenny, dari jumlah peserta, ada beberapa kabupaten yang minim masyarakat untuk mendaftarkan menjadi peserta JKN-KIS seperti Lingga, Natuna dan Anambas.

Hal ini disebabkan masih ada Pemerintah Daerah diwilayah kerjanya yang memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat.

“Kita lihat masih ada Pemda yang memberi pelayanan kesehatan gratis, sehingga masyarakat sudah nyaman, dan hal ini mereka (masyarakat) tidak sadar apabila berobat keluar daerah harus mengeluarkan uang pribadi, sedangkan yang sudah terdaftar menjadi peserta JKN KIS lebih sedikit mengeluarkan uang dari kantong pribadi apabila berobat keluar daerah,” ucapnya.

Selain itu, sambung Lenny, minimnya fasilitas kesehatan juga jadi penghambat masyarakat untuk mendaftar menjadi peserta JKN KIS.

Oleh karena itu dirinya berharap, agar Pemda Kabupaten Lingga, Natuna dan Anambas memberikan dukungan penuh supaya masyarakat tidak terhambat untuk menjadi anggota JKN-KIS.(zul)



example banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here