BATAM (HAKA) — Wali Kota Batam Amsakar Achmad, menekankan pentingnya peningkatan kesadaran dan literasi hukum masyarakat di tengah kompleksitas persoalan di Batam.
Menurut Amsakar, pemahaman hukum membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan secara tepat, serta mendukung tata kelola dan pembangunan yang lebih baik.
Persoalan pertanahan menjadi salah satu tantangan pembangunan di Batam. Masalah lahan juga muncul, ketika pemerintah membangun fasilitas untuk kepentingan publik.
“Rata-rata dari masalah yang ada itu tematiknya adalah soal lahan,” ucapnya.
Amsakar berharap, kehadiran Premier Law Firm dapat memberikan pemahaman baru kepada masyarakat.
“Sehingga problem yang kita hadapi dapat diminimalisasi secara baik,” ujar Amsakar.
Selain persoalan pertanahan, Amsakar menyoroti perkembangan pendekatan dalam penegakan hukum. Ia menilai keadilan restoratif penting dalam penyelesaian perkara.
“Sekarang ada perubahan paradigma dalam penegakan hukum, dari semula yang bersifat represif bergeser ke arah restoratif,” jelasnya.
Menurut Amsakar, pendekatan tersebut mengedepankan negosiasi dan pencarian jalan tengah untuk menemukan solusi terbaik di antara para pihak.
“Dari semula tangkap dan penjarakan, berubah menjadi bagaimana menegosiasikan, mencari jalan tengah, serta solusi terbaik di antara para pihak,” tukasnya. (uun)




