TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri memproyeksikan kenaikan signifikan kebutuhan daging sapi menjelang Lebaran.
Berdasarkan data ketersediaan pangan Maret 2026, stok pangan pokok seperti beras masih memiliki surplus besar sebanyak 44.457 ton.
Kepala DKP2KH Kepri Rika Azmi mengonfirmasi,.bahwa permintaan daging sapi dan kerbau melonjak hingga 20 persen.
“Permintaan daging sapi atau kerbau naik sekitar 15 sampai 20 persen untuk lebaran tahun ini,” ujar Rika kepada hariankepri.com, kemarin.
Mengenai pasokan resmi, Rika menyebut pihaknya tidak memiliki wewenang penuh atas detail angka kuota impor daging tersebut.
“Pemerintah pusat memberikan langsung kuota impor itu, jadi kami kurang tahu detail angkanya,” jelasnya lagi.
Meski demikian, DKP2KH Kepri mengantisipasi potensi masuknya daging ilegal dengan memperketat pengawasan kesehatan hewan di pasar-pasar tradisional.
Tim ahli mengambil sampel daging untuk menguji kualitas dan kelayakannya di laboratorium sebagai langkah pengawasan.
“Minggu lalu tim keswan sudah turun ke pasar dan mengambil sampel untuk uji lab,” tegas Rika.
Selain daging, data proyeksi menunjukkan ketersediaan komoditi lain seperti aneka cabai dan telur ayam ras juga masih mencukupi.
Secara umum, neraca pangan Kepri berada pada kondisi baik sehingga kebutuhan masyarakat hingga Idulfitri mendatang tetap terkendali. (sih)





