TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemerintah Kota Tanjungpinang, mematangkan persiapan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026.
Wali Kota Lis Darmansyah mengatakan, KNMP ini untuk kawasan pesisir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
​Program KNMP membentuk ekosistem kelautan dan perikanan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari aktivitas penangkapan, pengolahan, hingga pemasaran.
​”Pembangunan KNMP harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir,” kata Lis Darmansyah.
​Berdasarkan Blueprint Eksekusi Program KNMP 2026, lima lokasi mencakup Kampung Bugis, Tanjung Sebauk, Tanjung Siambang, Pulau Penyengat, dan Kampung Kolam.
​”KNMP harus dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dari menangkap, mengolah, hingga memasarkan hasil perikanan,” ujarnya.
​Kawasan ini mendapat dukungan berbagai fasilitas seperti dermaga, tempat pelelangan ikan, pabrik es, cold storage, sentra pengolahan, dan air bersih.
​”Masyarakat nelayan harus menjadi bagian utama dalam program ini agar kawasan pesisir lebih tertata dan produktif,” tegas Lis.
​Koperasi berperan sebagai agregator yang membantu menyerap serta memasarkan hasil tangkapan nelayan guna memperkuat rantai ekonomi.
​”Masing-masing lokasi memiliki karakteristik dan kebutuhan berbeda sehingga fasilitas menyesuaikan kondisi lapangan,” tambah Kepala DP3 Tanjungpinang Robert Lukman.
​Pemko Tanjungpinang memperkuat koordinasi dengan Pemprov Kepri dan KKP agar kesiapan lahan, infrastruktur, kelembagaan, serta kebutuhan masyarakat terpenuhi terpadu.
​”Pengembangan KNMP membutuhkan sinergi lintas sektor agar fasilitas yang terbangun dapat berfungsi optimal dan berkelanjutan,” tutur Robert. (fik)




