TANJUNGPINANG (HAKA) – Disdik Kota Tanjungpinang menyebut, distribusi MBG bagi siswa SMP di Pulau Penyengat terkendala jarak dan waktu tempuh.
Kabid Pembinaan SMP Disdik Kota Tanjungpinang Novi Perdana Wari mengatakan, kondisi geografis menjadi faktor utama keterlambatan distribusi.
Makanan dari dapur di daratan utama tidak dapat mencapai Pulau Penyengat sesuai batas waktu distribusi.
“Secara aturan distribusi, makanan tidak dapat memasok dari dapur di Kampung Bugis, Senggarang, atau Tanjungpinang Kota,” ujar Novi.
Menurutnya, transportasi laut dan darat membuat waktu tempuh melebihi batas maksimal 15 menit.
Badan Gizi Nasional (BGN) berencana membangun sarana penyedia makanan khusus di Pulau Penyengat.
“Berdasarkan informasi dari Korwil BGN, Pulau Penyengat masuk kategori wilayah khusus yang harus membangun dapur sendiri di wilayah tersebut,” ungkapnya.
Dapur khusus tersebut nantinya melayani seluruh sasaran penerima MBG di Pulau Penyengat.
Sasarannya mencakup balita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, hingga siswa sekolah.
Keluhan warga dan orang tua murid di Pulau Penyengat masih menunggu kepastian realisasi program tersebut.
Disdik Tanjungpinang berulang kali menyampaikan kondisi itu kepada koordinator wilayah BGN.
“Disdik Tanjungpinang berulang kali menyampaikan dan mengusulkan kondisi ini ke BGN Korwil,” tukasnya.
Hingga kini, BGN belum memberikan kepastian waktu pembangunan dan pengoperasian dapur khusus tersebut. (sih)






