TANJUNGPINANG (HAKA) — Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua melontarkan peringatan, terkait kondisi keuangan Pemprov Kepri.
Ia menegaskan kondisi keuangan terus memburuk sejak 2020. Hingga kini, belum ada tanda-tanda perbaikan yang berarti.
“Kondisi keuangan daerah dari tahun ke tahun sejak 2020 bukan membaik, tapi makin parah,” kata Rudy kepada hariankepri.com, Senin (2/3/2026).
Transfer pusat dan PAD sebagai dua pilar utama APBD Kepri, kini menghadapi tekanan sangat berat, yang mengganggu stabilitas anggaran daerah.
Saat pendapatan menyusut, pemerintah daerah justru mengambil pinjaman, untuk membiayai program pembangunan.
Rudy menilai daerah mustahil melunasi utang jika pemerintah pusat tidak segera mengubah sistem transfer dana ke daerah.
“Kalau sistem dari pusat masih seperti ini dan ekonomi belum pulih, daerah tidak akan sanggup membayar utang-utangnya,” tegas Rudy.
Situasi ini tidak hanya mengancam Kepri, namun mencerminkan nasib buruk yang membayangi seluruh pemerintah daerah di Indonesia.
Rudy memberikan peringatan mengenai masa depan pemerintah daerah, jika pemangku kebijakan tidak segera melakukan perubahan sistemik.
“Jangan heran jika ke depannya bukan cuma perusahaan yang bangkrut, tapi pemerintah daerah akan berguguran satu per satu,” pungkas Rudy. (sih)





