28.3 C
Tanjung Pinang
Kamis, Maret 5, 2026
spot_img

Pendapatan Anjlok, Pemprov Kepri Terjepit Beban Utang

TANJUNGPINANG (HAKA) — Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua melontarkan peringatan, terkait kondisi keuangan Pemprov Kepri.

Ia menegaskan kondisi keuangan terus memburuk sejak 2020. Hingga kini, belum ada tanda-tanda perbaikan yang berarti.

“Kondisi keuangan daerah dari tahun ke tahun sejak 2020 bukan membaik, tapi makin parah,” kata Rudy kepada hariankepri.com, Senin (2/3/2026).

Transfer pusat dan PAD sebagai dua pilar utama APBD Kepri, kini menghadapi tekanan sangat berat, yang mengganggu stabilitas anggaran daerah.

Saat pendapatan menyusut, pemerintah daerah justru mengambil pinjaman, untuk membiayai program pembangunan.

Rudy menilai daerah mustahil melunasi utang jika pemerintah pusat tidak segera mengubah sistem transfer dana ke daerah.

“Kalau sistem dari pusat masih seperti ini dan ekonomi belum pulih, daerah tidak akan sanggup membayar utang-utangnya,” tegas Rudy.

Situasi ini tidak hanya mengancam Kepri, namun mencerminkan nasib buruk yang membayangi seluruh pemerintah daerah di Indonesia.

Rudy memberikan peringatan mengenai masa depan pemerintah daerah, jika pemangku kebijakan tidak segera melakukan perubahan sistemik.

“Jangan heran jika ke depannya bukan cuma perusahaan yang bangkrut, tapi pemerintah daerah akan berguguran satu per satu,” pungkas Rudy. (sih)

Baca Juga:  Gaduh Rencana Utang Pemprov Kepri Rp400 Miliar, Dewan Tak Setuju
Arsih Zul Adha, S.H.
Arsih Zul Adha, S.H.
Jurnalis hariankepri.com sejak 2026. Alumni Departemen Hukum Tata Negara FISIP UMRAH ini aktif meliput dan menulis berbagai peristiwa serta isu-isu seputar politik, hukum, dan pemerintahan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Meraih Juara II Lomba Menulis Jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di Tanjungpinang.
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru