TANJUNGPINANG (HAKA) — Sebanyak 3.804 rumah masyarakat di Kepulauan Riau, masuk program bedah rumah melalui BSPS sepanjang 2026.
“Program tersebut menjadi bagian dari Program 3 juta rumah, yang berjalan melalui dukungan APBN dan non-APBN,” ucap Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat rapat dengan Kementerian Perumahan.
Ansar mengatakan, pelaksanaan program juga melibatkan sekitar 7.608 tukang dan 154 tenaga pendamping di berbagai wilayah Kepri.
“Keterlibatan tenaga kerja tersebut ikut menggerakkan kebutuhan material,” ujarnya.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, program perumahan dapat membuka ruang ekonomi bagi masyarakat di tingkat lokal.
Karakter Kepri sebagai daerah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi tenaga kerja dan material pembangunan.
Mobilisasi menuju pulau-pulau kecil menjadi salah satu kendala karena sejumlah wilayah belum memiliki rute transportasi reguler.
Pemerintah daerah bersama kecamatan dan desa terus mengoordinasikan pelaksanaan agar pembangunan tetap berjalan.
Pekerjaan fisik ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026 sebelum musim hujan memasuki sejumlah wilayah pada November.
Di sisi lain, kebutuhan rumah baru di Kepri masih tinggi. Sekitar 157.570 keluarga tercatat belum memiliki rumah.
Untuk 2026, Kepri mendapat kuota 3.458 rumah subsidi. Hingga akhir September, realisasinya mencapai 3.240 unit atau 93 persen.
Realisasi tersebut terutama berasal dari Batam, Bintan, Karimun dan Tanjungpinang. (sha)




