TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemerintah Provinsi Kepri, mulai memetakan target khusus bagi setiap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Langkah ini bertujuan menyeimbangkan fungsi bisnis, dan fungsi pelayanan masyarakat,” ucap Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kepri, Luki Zaiman Prawira.
Menurutnya, karakter dan portofolio bisnis setiap BUMD memang berbeda-beda. Luki mencontohkan BUMD Perumda Tirta Kepri yang mengutamakan orientasi pelayanan.
“Saat ini orientasinya pada pelayanan air bersih karena masih ada masyarakat yang belum menikmati layanan,” jelasnya.
Selain PDAM, BUMD Pembangunan Kepri juga memiliki peran sosial kuat, untuk menjaga daya beli masyarakat.
BUMD ini aktif berkolaborasi dengan TPID Kepri untuk mengendalikan inflasi melalui pasar murah.
“Mereka fokus mengirim bahan pangan ke daerah kepulauan dan membuka gerai bahan pangan,” tambahnya.
Berbeda dengan keduanya, BUMD Energi Kepri justru menjadi mesin pencetak laba bagi daerah.
Sebagai holding sektor migas, perusahaan ini mengejar target murni komersial untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Fokus utamanya mencari profit melalui Participating Interest (PI). Ini murni bisnis,” tegasnya.
Terkait profesionalisme pengelola, pemerintah memantau jajaran Direksi dan Komisaris lewat Pakta Integritas yang ketat.
Pemerintah tetap mengukur performa mereka berdasarkan target tahunan meskipun Permendagri mengatur masa jabatan tersebut.
“Kami membuat Pakta Integritas untuk semua pejabat BUMD berdasarkan target dan rencana kerja bersama,” ungkapnya.
Luki memastikan, pemerintah akan terus mengevaluasi kinerja mereka agar BUMD berkembang cepat. (sih)





