TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemerintah Kota Tanjungpinang, menyiagakan tujuh armada pelayanan air bersih guna membantu masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyebut, tujuh armada tersebut mampu melayani kebutuhan hingga 27 ribu liter dalam satu trip.
“Armada ini berasal dari BPBD Tanjungpinang, Dinas Sosial, BPBD Kepri, hingga BPBPK Kepri,” ujarnya kepada hariankepri.com, kemarin.
Lis menjelaskan, bahwa Pemko dapat menambah jumlah armada pengangkut air seiring meningkatnya kebutuhan warga di berbagai titik pemukiman.
Ia bahkan memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar mengerahkan kendaraan pick up milik mereka untuk membantu Tim Satgas Distribusi.
“Ini bentuk tanggung jawab dan kehadiran pemerintah, dalam menghadapi kesulitan warga memenuhi kebutuhan air bersih,” tuturnya.
Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, Lis memperkirakan hujan baru akan turun secara merata di wilayah Tanjungpinang pada Mei mendatang.
Oleh karena itu, Pemko Tanjungpinang mengambil langkah mitigasi yang lebih kuat, untuk menghadapi kondisi rawan kekeringan.
“Kami juga akan menjadwalkan rapat bersama unsur FKPD untuk menetapkan status siaga atau tanggap darurat,” katanya.
Lis menyebut, bahwa Pemko sebenarnya telah memulai layanan penyaluran air sejak Januari, namun kini mereka memperkuat armada karena dampak kekeringan semakin meluas.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat menghubungi nomor layanan Satgas di 0821-7325-5567 secara langsung.
“Kami meminta masyarakat menyiapkan tempat penampungan untuk memudahkan proses distribusi di lapangan,” pesannya.
Selain masalah air, Lis mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Ia melarang tegas warga membuka lahan dengan cara membakar secara tidak bertanggung jawab.
“Sanksi pidana menanti pelaku penyebab kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya. (sih)





