BATAM (HAKA) – Pemerintah Kota Batam, memberikan layanan pendidikan formal, kepada puluhan anak pengungsi luar negeri di Batam.
Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah menyampaikan data tersebut, dalam rapat koordinasi penanganan pengungsi di daerah.
“Sebanyak 67 anak pengungsi telah mengikuti pendidikan formal di berbagai jenjang sekolah di Batam,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).
Pemerintah setempat, juga sedang menyiapkan puluhan anak pengungsi lainnya agar bisa segera masuk ke sekolah formal.
Firmansyah menyebut terdapat 38 anak pengungsi lainnya yang kini masih mengikuti program kelas persiapan sekolah.
“Akses pendidikan menjadi fokus utama kami dalam memastikan hak dasar anak pengungsi tetap terpenuhi,” jelasnya.
Pihaknya juga memberikan fasilitas pendidikan khusus, bagi anak pengungsi yang memiliki kebutuhan khusus.
“Kami memfasilitasi mereka untuk mengakses pendidikan di SMPLB sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya,” tambahnya.
Firmansyah mengungkapkan, saat ini Batam menangani 359 pengungsi yang didampingi oleh organisasi internasional IOM.
“Para pengungsi ini tersebar di dua lokasi penampungan yakni Hotel Kolekta dan akomodasi nondetensi Sekupang,” terangnya.
Mayoritas pengungsi yang menetap sementara di Batam tersebut didominasi oleh warga negara asal Afghanistan.
“Batam memiliki tantangan tersendiri menangani isu lintas negara karena berada di wilayah perbatasan strategis,” ungkapnya.
Pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memantau kondisi sosial dan keamanan di lingkungan penampungan.
Selain sektor pendidikan, layanan kesehatan bagi seluruh pengungsi juga menjadi perhatian serius dari Pemko Batam.
“Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan agar mereka tetap mendapatkan perlindungan dan layanan layak,” tutupnya. (sih)





