​JALAN tanah merah sepanjang seratus meter di samping SMKN 4 Tanjungpinang masih sepi. Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri bersiap, membangun gedung SMA Negeri 8 Tanjungpinang di lahan ini.
​Sekolah baru ini mengusung misi besar sejak awal berdiri. Dinas Pendidikan pun berkomitmen, menjaga integritas pendidikan dan menolak segala bentuk kecurangan dalam proses penerimaan siswa.
​Plt Kepala SMAN 8 Tanjungpinang, Sugeng Fitri Aji, menjamin kemurnian sistem pendaftaran. Ia menutup rapat celah praktik titipan yang sering meresahkan orang tua murid.
​Sugeng membawa pengalaman panjang dari SMAN 1 Tanjungpinang. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas di sekolah favorit pencetak pemimpin daerah tersebut.
​Kepala SMAN 1 Tanjungpinang, Kariadi, mendukung penuh penunjukan ini. Ia meyakini, Sugeng mampu menularkan kultur prestasi dan kedisiplinan ke sekolah yang baru lahir ini.
​Kuota Adil dan Seleksi Bersih
​SMAN 8 Tanjungpinang menyediakan 108 kursi untuk tahun ajaran baru. Panitia membagi seluruh siswa ke dalam tiga rombongan belajar dengan sistem pendaftaran gratis.
​Pengelola menerapkan komposisi kuota yang adil bagi masyarakat. Jalur zonasi mendapat porsi 35 persen, sedangkan jalur prestasi dan afirmasi masing-masing menerima 30 persen.
​Sisa kuota sebanyak 5 persen terkoneksi untuk jalur perpindahan tugas orang tua. Pengelola merancang formula ini demi menjamin pemerataan akses pendidikan di Tanjungpinang.
​Proses pendaftaran daring berlangsung sejak tanggal 11 hingga 14 Juni 2026. Calon siswa mengakses langsung portal resmi pemerintah provinsi untuk mengirimkan berkas data.
​Panitia memverifikasi dokumen pendaftar pada 16 hingga 25 Juni 2026. Selanjutnya, pengumuman kelulusan siswa baru terbit secara transparan pada tanggal 29 Juni 2026.
​Mengubah Tantangan Menjadi Fasilitas Modern
Untuk fisik gedung sekolah, masih menunggu jadwal peletakan batu pertama. Dana APBN membiayai penuh proyek yang akan mulai berjalan pada bulan Juli 2026.
​Sugeng menerapkan prinsip kerja adaptif untuk menyiasati keterbatasan fasilitas fisik ini.
Pengelola menyiapkan skenario menumpang tempat belajar sementara waktu demi kelancaran kegiatan mengajar.
​Siswa baru akan masuk sekolah siang hari setelah proses seleksi tuntas. Manajemen sekolah segera mengomunikasikan teknis pembelajaran ini kepada seluruh orang tua murid.
​Pembangunan tahap pertama mencakup fasilitas yang lengkap. Kontraktor akan membangun tiga ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, laboratorium, serta tempat ibadah.
​Siswa yang lolos wajib mendaftar ulang pada akhir Juni. Mereka kemudian mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah pada tanggal 20 hingga 25 Juli mendatang.(arsih)





