TANJUNGPINANG (HAKA) – Generasi muda mulai melirik sektor pertanian di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Pemerintah daerah menyambut fenomena petani milenial ini dengan berbagai dukungan teknologi.
Kepala DKP2KH Kepri, Rika Azmi, menyebutkan para petani berusia di bawah 40 tahun ini mulai menjamur di beberapa kabupaten.
“Petani milenial mulai bermunculan di Karimun, Natuna, dan Bintan. Mereka melihat peluang ekonomi yang menjanjikan,” ujar Rika, beberapa waktu lalu.
Rika menjelaskan, karakteristik petani muda ini sangat adaptif terhadap teknologi modern. Mereka menggunakan sistem hidroponik untuk menyiasati keterbatasan lahan di Kepri.
DKP2KH terus menyalurkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alintan), serta pembangunan fasilitas greenhouse guna mendukung produktivitas para petani muda tersebut.
“Mekanisasi pertanian sangat penting karena lahan terbatas. Kami memberikan bantuan alat mesin agar proses bertani lebih efisien dan modern,” jelasnya.
Terkait kebutuhan sarana produksi, Rika memastikan, program pupuk subsidi dari Pemerintah Pusat masih terus berjalan bagi para petani di Kepri.
Penyaluran pupuk subsidi menggunakan sistem e-RDKK berbasis KTP. Langkah ini bertujuan memastikan bantuan pemerintah pusat sampai ke tangan petani yang tepat.
“Sistemnya sudah digital. Kebutuhan pupuk setiap kelompok tani terpantau langsung berdasarkan data KTP masing-masing petani,” tambahnya.
Rika berharap, petani milenial yang melek teknologi mampu menjadi motor penggerak ketahanan pangan Kepulauan Riau di masa depan. (sih)





