TANJUNGPINANG (HAKA) – PT Pelni Cabang Tanjungpinang memprediksi, kenaikan jumlah penumpang arus mudik Lebaran 2026.
Kepala Cabang PT Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana, menghitung peningkatan tersebut, berdasarkan kuota dispensasi kapasitas penumpang kapal.
“Kami memperkirakan kenaikan sekitar 8 hingga 9 persen. Angka ini menyesuaikan kapasitas dispensasi untuk pengangkutan penumpang,” ucap Putra kepada hariankepri.com, kemarin.
Ia menjelaskan, mereka menghitung persentase itu dari sisa kuota penumpang lanjutan, sehingga calon pemudik dari Tanjungpinang bisa memanfaatkan kursi tersebut.
“Kami mengikuti sisa kuota penumpang lanjutan. Kami belum bisa mengisi seluruh kursi karena masih ada penumpang yang melanjutkan perjalanan,” jelasnya.
Putra menjelaskan, bahwa KM Tidar memiliki kapasitas sekitar 300 kursi untuk penumpang dari Tanjungpinang.
“KM Bukit Raya memiliki kapasitas sekitar 1.056 penumpang dengan tambahan sekitar 300 kursi lagi,” katanya.
Ia menuturkan, minat masyarakat membeli tiket kapal menjelang Lebaran Idulfitri sangat tinggi.
“Pembelian tiket sudah padat. Saat ini kami menunggu penyesuaian surat, kemungkinan ada tambahan kuota,” katanya.
Lebih lanjut Putra memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada pertengahan Maret 2026.
“Keberangkatan KM Bukit Raya pada 14 Maret dan KM Tidar pada 17 Maret menjadi puncak arus mudik penumpang,” sebutnya.
Sedangkan untuk arus balik Lebaran Idulfitri, ia memprediksi terjadi pada awal April 2026.
“Arus balik mudik kemungkinan terjadi pada awal April,” tutupnya. (dan)





