TANJUNGPINANG (HAKA) – Disnakertrans Kepri mengungkapkan fakta mengejutkan, di balik angka pengangguran dan tantangan dunia kerja di wilayah industri seperti Batam.
Sekretaris Disnakertrans Kepri, John Barus menyebut, keluhan utama perusahaan terhadap tenaga kerja lokal bukan sekadar keahlian, melainkan ketahanan kerja dan mentalitas.
“Banyak anak lulusan baru kaget dengan tekanan kerja industri. Akibatnya, ada yang baru lima belas hari kerja sudah berhenti,” ungkap John.
Ia menjelaskan lingkungan kerja industri galangan kapal memiliki standar disiplin sangat ketat, mulai jam kerja panjang hingga kewajiban mematuhi aturan K3.
“Mereka harus patuh aturan, tidak bisa santai merokok karena risiko kecelakaan tinggi,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Kepri terus berupaya menekan angka pengangguran melalui peran Balai Latihan Kerja (BLK).
“BLK memberikan pelatihan gratis guna meningkatkan kualifikasi,” imbuhnya.
Bagi lulusan sekolah yang belum menguasai aplikasi perkantoran, BLK menyediakan pelatihan hingga sertifikasi untuk memberikan nilai tambah saat melamar kerja.
Untuk bidang teknis pengelasan, pemerintah menjalin kerja sama dengan perusahaan galangan kapal.
“Perusahaan langsung merekrut lulusan BLK yang memiliki kualifikasi sesuai,” jelasnya.
Disnakertrans berharap pencari kerja lokal unggul secara teknis serta memiliki kesiapan mental kuat agar mampu bersaing di pasar kerja yang kompetitif. (sih)





