BINTAN (HAKA) – Dalam mengantisipasi maraknya Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang non-prosedural alias ilegal, Bupati Roby bertemu Satuan Tugas (Satgas) PMI Ilegal Bintan.
“Pertemuan ini sebagai respon meningkatnya kasus PMI ilegal di wilayah perbatasan,” ucap Roby kepada wartawan, kemarin.
Menurut Roby, kondisi PMI ilegal yang melalui jalur-jalur tikus di Bintan, ikut meresahkan masyarakat di wilayah Bintan.
“Pertemuan ini jadi momentum memperkuat koordinasi antara pemkab, aparat penegak hukum, dan Satgas PMI,” imbuhnya.
Roby menegaskan, upaya bersama ini lebih pada pengawasan intensif, pencegahan keberangkatan ilegal, dan edukasi kepada masyarakat.
“Termasuk pendampingan bagi korban maupun calon PMI yang ingin berproses secara resmi,” tegasnya.
Bupati Roby juga mengapresiasi Satgas PMI atas komitmen dan kerja keras mereka, di lapangan.
“Kami sangat mendukung langkah-langkah satgas, terutama dalam pencegahan dan penanganan kasus PMI ilegal,” ujarnya.
Ia menyebut, bahwa penanganan pekerja migran ilegal membutuhkan kolaborasi yang kuat antar berbagai sektor.
“Ini urusan bersama karena menyangkut keselamatan warga dan keamanan daerah,” ucapnya.
Lebih lanjut, Roby menekankan, bahwa penguatan sinergi tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan dini melalui edukasi dan literasi hukum.
“Kami juga berkomitmen untuk memperluas layanan bagi calon pekerja migran agar dapat berproses secara resmi dan aman,” tukasnya. (rul)





